Wisata Orangutan| Taman Nasional Tanjung Puting| Camp leakey|

Selasa, 06 September 2011

Sekilas Tentang Taman Nasional Tanjung Puting

Taman Nasional Tanjung Puting, sudah menjadi “icon” dunia bagi wisatawan bila ingin melakukan perjalanan wisata alam dan melihat orangutan. Tahun 1980, dimana Suaka Marga Satwa Tanjung Puting di tetapkan dalam tingkatan statusnya menjadi Taman Nasional Tanjung Puting, kunjungan wisatawan masih di dominasi oleh para peneliti, baik dari dalam negeri, yang ingin menggali potensi alam, kekayaan flora dan fauna dan pengembangan sebagai kawasan konservasi dan usaha melestarikannya.
Pertengahan tahun 1980an, wisatawan mulai berdatangan, semenjak Prof. Birute MF Galdikas, PdD memulai mempublikasikan berbagai artikel mengenai orangutan khususnya dan Tanjung  Puting pada umumnya keberbagai publikasi ilmiah dan semi ilmiah, dengan dihiasi berbagai foto kegiatan yang cukup menarik, hingga tahun 1980an, wisatawan banyak berkunjung untuk melihat kehidupan flora dan fauna yang ada di sana.
Terjadinya “booming” wisatawan mancanegara, yang berkunjung ke kawasan konservasi ini, setelah dilakukan konferensi internasional mengenai “konferensi Kera Besar” yang menggunakan para pakar, peneliti dan penggiat pelestarian “kera besar” seluruh dunia berdatangan. Baik peneliti orangutan sendiri, peneliti Gorilla, Simpanse dan Bonobo, memberikan masukan untuk program konservasi tersebut dan momen itulah untuk mengangkat kepariwisataan di Tanjung Puting, dengan di tandatangani sebuah piagam mengenai Tanjung Puting oleh Menteri pariwisata dan Budaya, Soesilo Soedarman, saat itu. Paska konferensi itulah, banyak biro perjalanan wisata yang memasarkan Tanjung Puting dengan ‘icon” orangutan sebagai “primadona.”
Pendapat dari seorang peneliti tahun 1970an, yaitu : Barita O. Manullang, PhD yang melakukan penelitian orangutan pada saat itu :
“Kawasan Taman Nasional Tanjung Puting dan sekitarnya memiliki kumpulan ekosistem hutan tropis yang cukup lengkap. Ada beberapa jenis ekosistem yang bisa “dijual” kepada wisatawan, baik untuk pasar domestik maupun mancanegara. Walaupun Tanjung Puting menjadi terkenal karena orangutannya (pada awal 70an), ternyata orangutan bukanlah merupakan satu-satunya daya tarik untuk menarik wisatawan (baik domestik maupun mancanegara) untuk datang berkunjung kesana. Masih ada kehidupan liar lainnya, misalnya bekantan (kera belanda), owa (qibbon), lutung merah (kelasi), yang hidup bergelantungan di pepohonan dan satwa lainnya yang hidup di hutan. Selain itu juga duyung (dugon dugon) yang terdapat disekitar muara sungai, dan puluhan jenis burung-burung (baik residen maupun migratory) di beberapa danau. Wisata yang berpotensi untuk di kembangkan meliputi wisata berkelana ke hutan-hutan (camping, hikking, dll) wisata menyusuri sungai-sungai dan juga wisata untuk mengamati burung-burung (bird watching).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar